Tentang Ta’aruf

1. ada tanya saat materi ta’aruf disampaikan | “akankah menikah tanpa pacaran, melihat realita yg pacaran saja bisa tak langgeng?”
2. itulah anggapan ta’aruf bagaikan membeli kucing dalam karung | tak tahu seperti apa wanita yg akan dinikahi karena tak pacaran
3. dikhawatirkan dengan ta’aruf, bila telah menikah keduanya tak saling kenal | sulit jalani kehidupan rumah tangga yang baik
4. padahal pacaran pun tak menjamin dia kenal | ramai yang lakukan tahunan maksiat berpacaran namun justru tak jadi menikah dengannya
5. atau yg lewati puluhan musim bersama | tapi kandas dalam hitungan bulan usai langsungkan akad pernikahan | pacaran itu bukan kenalan
6. dendang “kaulah segalanya” lalu “menghitung hari” penuh romansa saat pacaran | berganti “separuh jiwa pergi” saat nikah, itu fakta🙂
7. beralasan pacaran bisa saling kenal, lalu mengapa backstreet jadi pilihan? | kenapa tiada keberanian saat hadapi ayahnya?
8. bilapun saling mengenal, sepertinya pacaran khususkan pada satu hal | kenali bagian tubuh pasangan | tak bertanggung jawab
9. boleh karenanya dikatakan | bahwa pacaran lebih mirip beli kucing dalam karung | bahkan tak bisa kenali pasangan pasca pernikahan
10. saat jatuh ketika pacaran “aduhai cinta, adl salah jalan berlubang, dirimu jadi terluka” | pasca nikah “kemana matamu?!”
11. saat sulit ketika pacaran “apa yg buatmu sulit dinda? akan abang singkirkan” | pasca nikah “mandirilah! kamu kan sudah sekolah!”
12. pacaran memang serasa indah (hanya sesaat sebelum galau tangis menghampiri) | karena itulah pacaran pasti banyak galaunya
13. pacaran memang serasa berbunga, umbar sayang cinta demi nafsu sebentar | karena memang tiada pikirkan tentang masa depan
14. jadi jelas | pacaran tak jamin kenal, bahkan tidak ada sama sekali keuntungannya | eh, mungkin bagi lelaki hidung belang ada untungnya
15. karena itulah Islam melarang pacaran dan aktivitas didalamnya seperti khalwat, umbar maksiat dan nekad baku syahwat
16. Islam punya khitbah lalu ta’aruf, ta’aruf sendiri artinya adalah perkenalan | sehingga tak beli kucing dalam karung
17. saat ta’aruf, perkenalan terjadi tanpa motif syahwat karena harus ditemani mahram | perkenalan benar perkenalan tanpa bumbu maksiat
18. saat ta’aruf, konfirmasi dan doa bukan hanya datang dari wanitanya | tapi dari yang miliki wanita, ayah dan ibunya
19. dan coba pikirkan | bukankah kedua insan yang cintai Zat yang sama, Allah | maka mereka akan saling mencintai satu samalain?
20. cinta dan benci mereka sama, pandangan tentang baik dan buruk mereka sama, berstandarkan aturan Allah dan lisan Rasul-Nya
21. bila sama-sama menjaminkan urusannya pada Allah, maka apa yang bisa membuat pasangan ini bertengkar hebat? | hampir tak ada
22. bilapun ada masalah, hanya riak kecil pernikahan | cemburu yang buat nikmat bercumbu, rajukan yang buat nikmat merayu | ah itu biasa🙂
23. tak ada yg dikhawatirkan oleh istri, karena ridhanya Allah, dan suami terkeren baginya adalah suami yang menaati Allah
24. istri tak khawatirkan suami bermain dengan wanita lain, kasar pada dirinya, tak tanggung jawab padanya, karena suaminya menaati Allah
25. suami pun tak sekalipun khawatir pada istrinya, karena istrinya taat pada Allah, itu menjamin taatnya istri pada suami
26. suami tak khawatir saat diluar rumah karena istrinya akan menjaga harta dan kehormatan, nama baiknya dan nama baik suaminya
27. kalau pun ada pertengkaran | saat dalil terucap, maka ridha keduanya ada pada dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah, jaminan cinta mereka
28. istri mudah dinasihati dengan kata-kata Allah, istri pun pasti mendengar saat disampaikan hal yang sama | ini cuma ada pada Islam
29. masihkah ada anggapan khitbah-ta’aruf bagai beli kucing dalam karung? | bila iya, mungkin anda belum siap benar untuk pernikahan🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s