Berfikir kebenaran

1. mungkin engkau benar, mungkin betul kepalaku ada yang salah | untuk pahami ada kebenaran selain Islam, sepertinya kepalaku bakal pecah
2. menolak yang kebanyakan diterima, mengharamkan apa yang umum dihalalkan | aku adalah Muslim, namun aku asing ditengah kumpulan
3. meyakini apa yang dilupakan, dan mendakwahkan apa yang dianggap aneh | engkau Muslim, namun Islam kau tetak setengah
4. bagiku suara terbanyak bukan penentu kebenaran | bagiku suara terbanyak justru mengajak pada kesesatan
5. bagiku kebenaran Al-Qur’an tidak perlu pembenaran manusia | tiada perlu dikukuhkan anggota terhormat yang mati rasa
6. bagiku kebenaran ucapan Rasulullah tidak perlu persetujuan manusia | andai manusia berkata tidak, cukup bagiku Nabi bersabda
7. barat ajarkan anak kalian capai harta bertumpuk tujuh masa | aku ajarkan anakku capai penaklukkan Roma
8. barat ajarkan demokrasi adalah solusi tegakkan Islam utuh | aku katakan ia sistem kufur yang selamanya jadi racun membunuh
9. barat ajarkan Islam berarti berdamai dengan pembunuh saudara kita | aku katakan haram bahkan sekedar bangga pada mereka
10. saat mahasiswa dengan teriakan ‘hidup mahasiswa’ engkau berbangga | dengan pekik kalimat takbir aku rendahkan seruan mahasiswa
11. atas nama strategi engkau merancu ucapan, seolah tandakan engkau bukannya salih | aku hanya tak bisa pamahkan, ini dalil atau dalih?
12. bukankah syahadat bermakna mengkufuri thaghut dan mengimani Allah? | pertanyaanku bagaimana beriman pada Allah lalu temankan berhala?
13. realita kadang buat kita menghitung langkah, namun bukan karena realita kita berjuang | yakini Allah, surut kita pantang
14. fakta memang sering memaksa kita mundur, namun bukan dengan kawani kesesatan | taat tak bisa luntur, jangan menawar iman
15. keadaan sering tak sisakan pilihan, namun kebenaran tetap tak boleh dipunggungi | tampakkan kehormatan, agar engkau dihargai
16. apakah lantas karena banyak pendukungnya lantas sesuatu dikatakan benar? | apakah tidak datang kebenaran dari Tuhan Mahabenar?
17. apakah lantas karena sesuatu itu sulit | lantas kita mencampakkan perintah Allah lalu dengan kata-kata berkelit?
18. berkawan dengan keburukan membawa pada dosa berkelanjutan | berkawan dengan kedzaliman menuntut pengorbanan iman
19. ulama-ulama besar tunjukkan pada kita teladan bagai pengingat | saat kedzaliman merajalela dan kebenaran tersengat
20. entah mereka memilih berkata tegas, dengan siksaan menanti | atau mereka diam lugas, lalu kepada kesepian mereka menepi
21. namun bukan ulama bila mereka memilih mendekat pada sumber kekufuran | yang akan catatkan mereka dalam sejarah sebagai pesakitan
22. sebagaimana kisah Ahmad bin Hambal yang tegas, Syafi’i yang lugas, dan Ibnu Duwad yang pesakitan | sejarah sekali lagi ingatkan
23. berdiam diri bukan tidak berilmu, berbuat bukan berarti paling tahu | bagian dari iman adl rasa malu, tidak baik terburu-buru
24. hidup adalah pilihan, tak memilih pun sebuah pilihan | bukan pilihan yg dipermasalahkan, masalahnya amal itu dipertanggungjawabkan
25. mengingkari kemungkaran lebih didahlukan dari ambil maslahat | bila mungkar sudah pasti terjadi, apa yang hendak dikhidmat?
26. sudah pada tempatnya diskotik pertontonkan joget syahwat | abaikan saja mereka dan permainan mereka, tak perlu kita ikut
27. sungguh kitalah yang melegitimasi kekuatan mereka | padahal mereka sama sekali tak punya kekuatan kecuali fatamorgana
28. kesulitan selalu bersama Muslim apapun keadaannya | dan bersabar dalam cobaan akan menghasilkan yang utama
29. peduli apa mereka punya kekuatan, uang dan kekuasaan | begitulah sejarah tampakkan perjuangan para nabi didepan tiran
30. tiada urusan kiriman ancaman dan kecaman | Allah selalu jadi teman yang kuatkan dengan rasa aman karena iman
31. Allah turunkan kemenangan bukan dari strategi paling elok sekalipun | namun ketika Muslim menghijab dirinya dari dosa sekecil apapun
32. bukan prestasi sebesar apa yang engkau ukirkan | tapi dosa sekecil apa yang engkau elakkan
33. kutahu saat ini engkau makin yakinkan dirimu sedang berhadapan dengan lelaki gila | tiada masalah, karena itu sudah biasa
34. Rasul dijuluki “si gila”, begitupun shahabatnya, tabiin, tabiut tabiin | bila tambah satu lagi takkan banyak keheranan
35. sudah sunatullah yang menyeru pada kebaikan dianggap aneh asing | yang menyeru pada kebenaran akan dianggap akalnya hilang
36. bila takut kepada maksiat, dan meyakini janji Allah dan Rasulnya adalah gila | maka izinkan aku yang mengaku pertama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s