Uraian Hati

1. masih abi ingat rajuk parasmu saat abi menolak memberi apa yang kau pinta | teringat jelas airmata yang kau tahan di tepi matamu
2. engkau pinta kepada abi serakan mainan sebagaimana teman-temanmu miliki | sementara abi malah mengajakmu ke toko buku mencari bacaan
3. engkau pinta kepada abi tontonan selayaknya anak-anak seusiamu | namun abi malah hulurkan buku kosong untuk kau tulis dan gambar
4. tahukah nak, seringkali abi berpikir mungkin saja abi adalah ayah yang tak berikan bahagia pada anaknya | tak berusaha pahami anaknya
5. namun kenyataan bahwa Ali bin Abu Thalib mengkaji Islam saat 8 tahun dan Imam Syafi’i yang hafidz saat 7 tahun menetapkan hati abi
6. tak ada niat sedikitpun dari abi untuk tak menghargai masa kecimu | abi terobsesi dengan masa depan yang akan kau ukir
7. masih abi ingat alasan yang engkau buat saat abi mengajakmu shalat bersama | betapa sulit bagimu rela tinggalkan tontonan
8. engkau pinta kepada abi untuk izinkanmu menonton idola barat | abi malah meminta ummi untuk bacakan kisah para nabi bagimu
9. engkau pinta kepada abi untuk bermain bersama teman-temanmu | bahkan abi memintamu kembali menyelesaikan iqra’ bersama ummi
10. tahukah nak, seringkali abi berpikir mungkin ini tindakan dzalim | namun abi tak bisa pikirkan apalagi bekal bagimu selain ilmu
11. namun kenyataan bahwa dunia ini sudah sedemikian dekat dengan akhir dan kebangkitan Islam yang menjelang kuatkan hati abi
12. masih abi ingat deras airmatamu saat abi bertanya tentang foto di sekolah | saat kau berdampingan dengan lelaki bukan mahram
13. engkau pinta pemakluman abi karena di foto itu engkau dipaksa | sementara abi segera hubungi gurumu bahwa itu bukan kebiasaan kami
14. engkau pinta pada abi agar izinkan lelaki bermain denganmu | sementara abi usir lelaki itu, padahal usia kalian baru 4 tahun
15. tahukah nak, seringkali abi berpikir bahwa abi berlebihan | harus melawan arus disaat semua orangtua berkata itu hal biasa
16. namun kenyataan bahwa zina telah berakar subur di negeri ini dan kebanyakan berawal dari kebiasaan buruk melegitimasi abi
17. nak, abi mohon maaf bila engkau memiliki abi yang terlalu sayang kepadamu, terlalu peduli kepadamu
18. nak, abi hanya lelaki yang berbuat banyak kebodohan di masa muda | karena itu berharap banyak pada masa mudamu kelak
19. nak, abi tak tahu sampai kapan abi bisa menemani dan mendidikmu | namun abi selalu meminta pada Allah lebih banyak waktu bersamamu
20. nak, seandainya satu saat kita tak bisa berkumpul kembali, izinkan tulisan-tulisan ini menjadi pengganti nasihat bagimu, perkenankan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s